Sitti

Pakan Ternak

Senin, 16 Januari 2012

Jerami Jagung "Pakan Ternak"


ide usaha


Tanaman jagung memiliki nilai ekonomis yang tinggi, buka saja dari hasil buahnya. Hasil ikutannya pun memiliki nilai ekonomis antara lain sebagai bahan bakar, keperluan industri kertas termasuk kebutuhan pakan ternak. Meski hamparan tanaman jagung dapat kita jumpai di beberapa daerah di Indonesia, namun ketersediaan jagung tidaklah berlangsung sepanjang tahun.

ide usaha


Pemanfaatan Tanaman Jagung



Pemanfaatan hasil ikutan tanaman jagung berupa batang dan daun yang masih muda, dikenal sebagai jerami jagung dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak sudah banyak dilakukan petani, namun belum seluruhnya optimal pemanfaatannya. Selain diberikan pada ternak sebagai hijauan segar, jerami jagung juga dapat diberikan sebagai hijauan pakan ternak yang mengalami proses pengolahan teknologi pakan dalam bentuk hay dan silase.

Seiring berkembangnya daerah-daerah sentra tanaman jagung yang berguna untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak, tidak menutup kemungkinan juga dapat dikembangkan menjadi kawasan daerah potensi petani penghasilan olahan hijauan hasil ikutan tanaman jagung berupa silase dan hay akan memberikan nilai tambah pada pendapatan keluarga petani.

Teknologi Pengolahan Jerami Jagung

ide usaha


Pada saat musim panen jagung tersedia jerami jagung yang melimpah, begitu selesai masa panen jagung tidak jarang jerami jagung menjadi langka. karena itu teknologi pengolahan pengawetan jerami jagung perlu dibudayakan oleh petani ternak guna tersedianya hijauan pakan ternak sepanjang tahun dan sekaligus akn meningkatkan kualitas mutu pakan. Pembuatan hay, jerami jagung segar dilayukan dan dikeringkan untuk diawetkan dan disimpan dalam beberapa waktu. proses pengeringan dan pelayuan pembuatan hay akan menurunkan kandungan kadar air sampai tersisa dua puluh persen tanpa adanya kerusakan nilai gizi pakan kecuali vitamin a dan d yang cenderung turun. Jerami jagung yang baik untuk pembuatan hay adalah batang dan daun jerami jagung yang masih berwarna hijau.

Pembuatan hay dilakukan dengan dua cara yaitu model hamparan dan model pod. pembuatan hay model hamparan, dengan cara menghamparkan jerami jagung yang sudah dipotong-potong dilapangan terbuka dibawah sinar matahari. setiap hari dilakukan pembalikan berulang-ulang sampai kering baru bisa disimpan dan dapat digunakan pada saat musim paceklik pakan ternak. pembuatan hay dengan model pod diperlukan sedikit tambahan biaya, diperlukan rak sebagai tempat menyimpan jerntami jagung yang telah dijemur selama 1-3 hari. rak tempat menyimpan jerami jagung dapat berbentuk tripod yaitu rak jerami berkaki tiga atau tetrapod (rak dengan kaki 4)pilihan rak mana yang akan dipilih tidak mengikat, pastinya rak dapat digunakan untuk menyimpan jermai jagung selama 3-6 minggu sebelum digunakan sebagai pakan ternak.

Keuntungan pembuatan hay adalah 1) teknologinya sangat sederhana dan mudah untuk diterapkan oleh petani ternak, 2) pada saat panen jagung tersedia jerami jagung yang melimpah dan dapat disimpan, digunakan saat paceklik hijauan pakan ternak.sedangkan kelemahan dari pembuatan haiadalah 1) sangat tergantung dengan keberadaan sinar matahari,2) tidak semua jenis hijauan pakan ternak dapat dibuat hai 3) perlu tenaga kerja untuk pembalikan jerami jagung dan simpan jemur pada saat proses pembuatannya.


pembuatan silase, dilakukan dengan cara jerami jagung dipotong-potong dan dimasukkan kedalam tempat/ruangan yang kedap udara dan dipadatkan untuk disimpan dalam wadah tertentu.menghasilkan silase yang berkualitas baik perlu diperhatikan benar temperatur pembuatan silase berkisar 27-35 derajat celsius dengan hasilnya 1) mempunyai tekstur segar, 2)berwarna kehijau-hijauan, 3) tidak berbau busuk, 4) tidak berjamur, 5) tidak menggumpal dan disukai ternak. prinsip utama pembuatan silase adalah 1) menghentikan pernafasan dan sel-sel tanaman, 2) mengubah karbohidrat menjadi asam laktat melalui proses fermentasi kedap udara, 3) menahan aktifitas enzyme dan bakteri pembusuk. persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh peternak yang akan membuat silase adalah harus mempunyai luasan areal yang cukup untuk silo yaitu tempat menyimpan hijauan proses pembuatan silase.idealnya pembuatan silase disesuaikan dengan kebutuhan dengan patokan penggalian lubang setiap 150 meter kubik dapat menampung 150 kg bahan kering hijauan.

Bahan baku silase jerami dapat menggunakan tanaman jagung yang belum panen dan tanaman jagung setelah panen. pembuatan silase pada tanaman jagung yang belum panen, kaya dengan kandungan gizi pakan utamanya zat gula yang akan membantu dalam proses fermentasi dengan kandungan protein mencapai 11-15 per sen dan disukai ternak. bila pilihan bahan baku silase pada tanaman jagung yang masih muda, batang dan daun yang masih hijau untuk pembuatan silase. sedangkan pada pembuatan silase yang menggunakan bahan baku tanaman jagung setelah panen, pilihan jerami jagung yang berwarna hijau mempunyai kandungan serat kasar lebih tinggi dibandingkan dengan jerami warna kuning.

Kwalitas produksi silase jerami jagung mempunyai kandungan gizi pakan mineral kalsium yang rendah dan protein hanya mencapai 8,3 per sen karena itu perlu ditambahkan urea dengan kadar 0,45 persen (4,5kg /ton silase) sebagaimana dianjurkan direktorat pengembangan peternakan, yang akan memberikan peningkatan pada kandungan protein silase jerami jagung dan cukup untuk memenuhi kebutuhan protein sapi potong dan sapi perah. selain penambahan urea sebaiknya pada saat pemberian pakan juga ditambahkan garam sebanyak 50 gr/ekor/hari. proses pembuatan silase jerami jagung dilakukan dengan melayukan jerami jagung selama 2 hari dan dilakukan pemotongan dengan ukuran 3-5cm, selanjutnyaa dilakukan pencampuran jerami jagung dengan bahan-bahan yang diperlukan pembuatan silase. penambahan bahan-bahan pembuatan silase akan mempercepat proses fermentasi, mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri pembusuk yang akan meningkatkan tekanan osmosis sel-sel jerami jagung.

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan silase ukuran 1 ton hijauan terdiri dari asam organik(asam format, asam sulfat, asm aklorida/asam propionat)4-6 kg, molasses atau tetes 40 kg, garam 30 kg,dedak padi 40 kg,menir 36 kg dan onggok 30 kg. penambahan-bahan dilakukan secara merata keseluruh potongan jerami jagung yang dibuat silase. pencamuran molasses atau tetes sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan cara pencampuran secara berlapis bergantian dengan campuran bahan dan jerami jagung yang dipadatkan, pada saat penempatan jerami jagung pada lubang galian tanah yang dikenal sebagai silo dan selanjutnya dilakukan penutupan silo.

Pemdatan jerami jagung dilakukan setelah proses pencasmpuran semua bahan yang diperlukan kecuali molasses/tetes, masukkan potongan jerami jagung dengan cara diinjak-injak sepadat mungkin dalam silo yang sudah diberikan atas lapisan plastik yang menjadi tempat penampungan selama proses pembutan silase. pemberian molasses/tetes dapat dilakukan dengan cara tumpukan padatan jerami jagung dasar ditambahkan molasses/tetes 2 bagian, selanjutnya pada padatan tumpukan lapisan tengah jerami jagung dapat diberikan molasses/tetes 3 bagian kemudian lapisan tengah padatan tumpukan jerami jagung diberikan molasses/tetes 5 bagian. pencampurn molasses/tetes secara bertahap ini akan bercampur merata selanjutnya padatkan kembali dan tutup dengan plastik dan tanah. penggunaan silase sebagai pakan ternak dapat dilakukan setelah 8 minggu proses pembuatan silase, dengan cara pengambilanya bertahap sesuai dengan kebutuhan konsumsi ternak dan segera lakukan penutupan kembali.
READ MORE - Pakan Ternak

AYAM LOKAL

AYAM LOKAL

Ide usaha
  


Bagi masyarakat Indonesia, ayam lokal sudah bukan hal asing. Walau saat ini ayam lokal di kota-kota besar sudah jarang terlihat berkeliaran bebas, bukan berarti keberadaannya punah. Di pinggiran kota masih banyak orang memelihara ayam lokal.Ayam lokal mempunyai nilai gizi yang baik. Selain itu juga mempunyai rasa yang lebih khas dan nikmat dibanding dengan jenis ayam pedaging maupun petelur. Serat yang liat dan kenyal menjadi ciri utamaya. Bahkan setiap lebaran ayam kampung identik dengan berbagai macam masakan.
Ayam lokal mempunyai keistimewaan dibanding yang lain, di antaranya : Ayam lokal lebih tahan terhadap penyakit dan mudah menyesuaikan dengan cuaca di Indonesia. Selain itu pakan yang diperoleh pun mudah, bahkan bisa dipelihara ala kadarnya. Tujuan utama orang memelihara ayam kampung adalah untuk diambil telur, daging, dan untuk dikembangbiakkan.

Ide usaha

Peluang usaha pengolahan karkas ayam lokal, terutama untuk pasar modern dan rumah makan. Pasar menyerap telur ayam lokal juga cukup luas. Saat ini, mudah sekali menemukan telur ayam lokal dijual di pasar modern dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga telur ayam ras. Sayangnya, fakta yang ada menunjukkan hingga saat ini produksi ayam lokal pedaging maupun ayam lokal petelur di berbagai daerah belum mampu memenuhi permintaan pasar. Terlebih, pada saat tertentu seperti hari raya, permintaan ayam lokal bisa melonjak beberapa kali lipat sehingga terjadi ketimpangan yang sangat tajam antara pemasokan dan permintaan. Tidak heran jika pada saat seperti pada hari raya harga satu ekor ayam lokal bisa mencapai hingga ratusan ribu rupiah.
Ide usaha

Kondisi ini menggambarkan besarnya peluang yang diraih dari budidaya ayam lokal, baik pedaging mapun petelur. Terlebih, jika menggunakan sistem semi-intensif atau intensif serta memperhatikan faktor-faktor budidaya yang baik sehingga hasil yang didapatkan bisa optimal. Satu hal yang cukup penting, ayam lokal merupakan komoditas peternakan yang konsumsinya tidak bersifat musiman. Bahkan bisa dikatakan tren demand semakin meningkat. Hal tersebut merupakan peluang bagi pelaku agribisnis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari produksi ayam lokal guna memenuhi permintaan pasar.
Namun, mengingat preferensi konsumen ayam lokal yang sangat spesifik dan potensi genetik yang tidak mampu menyamai produktivitas ayam ras, maka tujuan pengembangan unggas lokal bukan untuk mengganti 100% produksi yang berasal dari ayam ras. Sehingga ayam lokal tidak bisa menggantikan ayam ras namun saling melengkapi untuk mencukupi kebutuhan protein hewani. Dengan kata lain, penyediaan dan permintaan dapat diseimbangkan dalam rangka menjaga kestabilan harga yang akhirnya dapat memberikan keuntungan yang memadai bagi masyarakat yang bergerak di bidang agribisnis ayam lokal.
Unggas lokal akan lebih berperan dalam pembangunan peternakan di masa depan, khususnya dalam pemenuhan protein hewani. Kecenderungan peningkatan kontribusi daging unggas dari 20% (1970) menjadi 65% (2008) dan diantaranya 16,3% dari unggas lokal. Hal ini disebabkan semakin tingginya produksi daging unggas sejalan meningkatnya industri perunggasan nasional. Fakta empirik sensus pertanian BPS tahun 2003 bahwa 100% RTP yang memelihara unggas, 98,5% nya memelihara unggas lokal. Pola konsumsi masyarakat terus berubah ke arah pangan organikdan sehat.
Pengembangan ayam lokal sampai saat ini masih terdapat banyak hambatan. Ketersediaan bibit yang belum mencukupi dari aspek kualitas dan kuantitas, belum optimalnya pemanfaatan sumber daya pakan lokal, kurangnya modal usaha dan terbatasnya akses kepada kelembagaan keuangan menjadikan usaha beternak ini tarik ulur. Tak hanya itu, tingkat kepemilikan yang masih di bawah skala ekonomis (<300 ekor induk/peternak), juga belum terbentuknya lembaga atau kelompok peternak yang merata di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.
Dalam perkembangan ayam ras semua kegiatan mulai dari pembibitan sampai dengan pasca panen hampir semuanya difasilitasi oleh swasta, tetapi di dalam usaha ayam lokal ini belum banyak yang melakukannya sebagaimana ayam ras. Oleh karena itu, peran pemerintah sangat diperlukan. Peran pemerintah dalam pengembangan ayam lokal dengan membuat program pengembangan usaha unggas lokal skala ekonomi yang berwawasan agribisnis pada kawasan/sentra produksi yang dilakukan secara terintegrasi yakni Village Poultry Farming (VPF), Zoning, Pemukiman, Pengembangan Unggas Lokal (PUL) dan Sarjana Membangun Sarjana (SMD). Meli.
 Sumber :  poultryindonesia.com
READ MORE - AYAM LOKAL

Ampas Tahu

Ampas Tahu untuk Pakan?
  

Biaya pakan merupakan biaya yang harus disediakan dengan porsi lebih untuk mengembangkan peternakan secara intensif dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Semakin intensif suatu peternakan diusahakan, maka semakin kreatif juga peternak dalam menggunakan bahan by product (hasil samping) sebagai bahan penyusun ransum.  Pemanfaatan bahan-bahan yang mudah didapat, dengan harga yang relatif lebih murah, tetapi masih mempunyai kandungan gizi yang baik untuk produksi dan kesehatan ternak itu sendiri adalah suatu hal yang menjadi harus untuk dilakukan peternak untuk meningkatkan margin keuntungan yang lebih tinggi.



Ampas tahu adalah salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan penyusun ransum. Sampai saat ini ampas tahu cukup mudah didapat dengan harga murah, bahkan bisa didapat dengan cara cuma-cuma. Ditinjau  dari  komposisi  kimianya  ampas  tahu  dapat  digunakan sebagai sumber protein. Mengingat kandungan protein dan lemak pada ampas tahu yang cukup tinggi. Tetapi kandungan tersebut berbeda tiap tempat dan cara pemrosesannya.  Terdapat laporan bahwa kandungan ampas tahu yaitu protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%, maka sangat memungkinkan ampas tahu dapat diolah menjadi bahan makanan ternak.



L. D. Mahfudz, E. Suprijatna dan W. Sarengat dari Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro melakukan riset untuk mangkaji ampas tahu fermentasi sebagai bahan pakan serta menganalisa pengaruhnya sebagai bahan penyusun ransum ayam pedaging.Riset yang dilakukan menggunakan 60 ekor anak ayam pedaging strain Arbor Acres umur 1 minggu “unsex” dengan berat badan rata-rata 120,08±15,58 g. Ampas tahu sebelum dipakai sebagai bahan penyusun ransum difermentasi dengan ragi yang mengandung kapang Rhyzopus Oligosporus dan R. Oryzae. Ransum penelitian disusun dengan bahan dasar jagung kuning giling, dedak halus, bungkil kedelai, tepung ikan dan top- mix serta berbagai level tepung ampas tahu fermentasi. Ransum disusun dengan kandungan protein dan energi yang sama (iso protein dan iso energi). Ransum periode awal mengandung protein 22% dan energi metabolis 2.900 kkal/kg, sedang ransum periode akhir mengandung protein 20% dan energi metabolis 3.000 kkal/kg.


Perlakuan yang diterapkan, adalah level ampas tahu fermentasi sebagai berikut: T0, T1, T2 dan T3 masing-masing adalah 0%, 10%, 15% dan 20% tepung ampas tahu fermentasi. Parameter yang diamati meliputi: konsumsi pakan, pertambahan berat badan, rasio konversi pakan, berat badan akhir dan persentase karkas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing 5 ulangan dan setiap unit percobaan terdiri dari 3 ekor ayam pedaging.  Analisa kandungan ampas tahu fermentasi, memiliki protein kasar 21,66%, lemak kasar 2,73%, serat kasar 20,26%, Ca 1,09%, P 0,88%, dengan energi metabolis sebesar 2.830 kkal/ kg. Selain itu, kandungan asam amino lisin dan methionin serta vitamin B komplek yang cukup tinggi juga terdapat di dalamnya.

       

Hasil riset memperlihatkan adanya peningkatan konsumsi pakan, pertambahan berat badan, berat badan akhir dan berat karkas, seiring dengan meningkatnya level ampas tahu dalam pakan. Namun persentase karkas secara nyata tidak berbeda, sedangkan konversi pakan secara nyata lebih baik dengan pemberian ampas tahu fermentasi.


Diambil dari berbagai sumber
READ MORE - Ampas Tahu

Cara Memelihara Ayam Petelur

Selasa, 10 Januari 2012

Cara Memelihara Ayam Petelur



Dalam tempoh pemeliharaan ayam pada dasarnya dapat di kategorikan atau di bagikan dalam 3 pase.
infoternak akam membahas secara garis besar nya saja mengenai 3 phase di bawah ini.

Pase permulaan
Dalam pase permulaan berawal dari umur 0 hari sampai 6 minggu, dimana bentuk ukuran dan keseragaman sebagai tujuan bagi peternakan ayam. (untuk ayam petelur).

READ MORE - Cara Memelihara Ayam Petelur

Cara Merawat Kura-kura

Cara Merawat Kura-kura
ide usaha


Seperti banyak reptil dan amfibi lainnya, kura-kura cukup menarik bagi anak-anak untuk memelihara. Namun demikian, banyak orang membeli kura-kura hanya karena didasarkan pada “faktor trend”, tanpa memperhitungkan kebutuhan khusus kura kura tersebut. Bila Anda membeli kucing atau anjing, selalu ada beberapa persiapan yang cukup matang untuk memastikan kesehatan si hewan agar dapat hidup dengan baik dan berumur panjang seperti memastikan adanya bekas operasi, luka dan lain lain, belum lagi peralatan seperti mainan, anjing rumah, dan produk perawatan.

READ MORE - Cara Merawat Kura-kura

CARA MEMELIHARA ANAK AYAM KAMPUNG

Sabtu, 31 Desember 2011

CARA MEMELIHARA ANAK AYAM KAMPUNG

anak ayam-2CARA MEMELIHARA ANAK AYAM KAMPUNG

Menambah penghasilan sampingan buat keluarga

Ayam kampung saat lebaran seperti ini bak emas yang diburu setiap keluarga. Karena sudah lazim dinegeri ini,  lebaran akan terasa hambar bila tidak ada hidangan opor ayam sebagai pendamping ketupat dan lontong. Maka jangan heran bila saat ini seekor ayam jago yang besar bisa mencapai harga sampai Rp. 150.000. Hal ini karena permintaan yang banyak sementara ketersediaan ayam kampung terbatas.

anak_ayamApakah anda tidak tertarik untuk menernakkan sendiri ayam kampung ?. Yah hitung-hitung buat persaiapan lebaran mendatang dan sekaligus agar sisa-sisa makanan kita tidak terbuang sia-sia  karena masih bisa dimanfaatkan untuk pakan ayam-ayam kita tersebut.

Untuk tulisan kali sengaja kami suguhkan Trik dan cara memelihara anak ayam kampung secara sederhana.

Untuk persiapan belilah indukan ayam yang sehat dan berbadan bongsor. Minimal persiapkan dua ekor ayam betina dan seekor pejantan. Bila disekitar anda sudah banyak tetangga yang memelihara ayam, anda tidak memerlukan ayam pejantan. Kecuali bila menginginkan peranakan yang akan menetas nanti adalah ayam dengan bibit yang unggul, maka mutlak harus dipih selain betina unggul juga pejantan yang unggul dalam arti sehat, masih muda, berbulu mengkilap bagus dan bersih dan terakhir berbadan bongsor.

Setelah melalui proses kawin, bertelur dan menetas ada dua cara yang bisa dipilih, anak ayam diliarkan dan dibiarkan diasuh oleh induknya dengan pakan ala kadarnya dari sisa-sisa dapur kita dan selanjutnya induk ayam akan mengajak anak-anaknya mencari makan disekitar kita, atau kita pelihara dengan cara memisahkan dari induknya.

Dengan memisahkan dari induknya akan mendapat hasil yang lebih cepat. Karena induk ayam tidak harus mengasuh sampai berbulan-bulan.

Induk ayam akan segera kawin dan bertelur kembali dan tentunya akan segera menetas kembali.

Dibawah ini adalah cara-cara beternak dengan cara memisahkan anaka ayam dari induknya yang kami anjurkan dengan harapan hasil yang diperoleh akan lebih maksimal disbanding diliarkan.



anak ayamPERSIAPAN

Setelah anak ayam menetas, biarkan induknya mengerami sampai berumur 4 – 6 hari atau induk ayam mengajak keluar dari tarangan/ tempat mengeram , karena masa-masa ini anak ayam sangat rentan mati.

Pisahkan anak ayam dari induknya. Ambil anak ayam dan masukkan ke dalam kandang secara hati-hati agar tidak terjadi cidera pada kaki ayam

KANDANG

Kandang anak ayam terbuat dari kotak kayu. Untuk ­+ 10 ekor anak ayam buatlah kandang ukuran +  1 m2. Kandang harus mempunyai lobang sirkulasi udara, agar saat siang hari sirkulasi udara bisa keluar masuk secara sempurna.

Pada alas kandang baik pula bila dikasih berambut (kulit padi) atau serutan kayu yang agak halus. Beri penutup agar tidak kehujanan. Usahakan agar kandang dalam keadaan kering dan bersih serta udara lancer keluar masuk.

Lubang sirkulasi udara harus lancar. Usahakan agar lubang-lubang tersebut tidak terlalu lebar dan aman tidak dimasuki predator seperti kucing, garangan, luwak tikus dan sebagainya

Sebagai penghangat tubuh pada malam hari agar anak ayam tidak mati kedinginan, mutlak disediakan penghangat berupa lampu 40 – 60W didalam kandang. Dengan adanya lampu tersebut, anak ayam akan mencari sendiri tempat yang paling nyaman dan hangat sesuai kebutuhan.

PAKAN

Makanan anak ayam pada minggu-minggu pertama adalah pakan jenis awal / permulaan  yang dapat dibeli toko-toko makanan ayam. Bila anda kesulitan mencarinya, anda bisa membeli makanan ayam di toko makanan burung berupa makanan jadi/ voor untuk anak ayam (biasanya penjual sudah tahu). Makan tersebut harus terjamin kesediaanya sampai anak ayam berusia 1-2 bulan.

Sediakan makanan  dibeberapa tempat, agar ayam bisa makan sewaktu-waktu tanpa berebutan. Usahakan makanan tidak terlalu penuh dalam satu wadah untuk menghindari diacak-acak dan tidak terinjak-injak. Ketersediaan air juga sangat penting. Untuk satu kandang cukup sediakan 1-2 tempat yang bisa dibeli di toko penjual makanan ayam atau burung.

Cek keadaan anak ayam setiap saat agar tidak mati karena kurang nyaman. Biasanya kalau tempat kurang nyaman atau lapar anak ayam akan menciak keras dan tak beraturan. Cek kelembaban kandang, kepanasan atau kedinginan, makanan, ataupun sirkulasi udara, apakah sudah nyaman atau belum. Bila anak ayam tenang dan bersuara / menciak dengan suara yang beraturan pertanda anak ayam nyaman dalam kandang.
READ MORE - CARA MEMELIHARA ANAK AYAM KAMPUNG

Berternak Burung Puyuh


Berternak Burung Puyuh

Berikut ini adalah serba-serbi budidaya burung puyuh dimulai dengan sejarah singkat burung puyuh, sentra  budidaya burung puyuh, jenis-jenis burung puyuh, manfaat burung puyuh, persyaratan lokasi budidaya burung puyuh,  pedoman teknis budidaya burung puyuh, hama dan penyakit burung puyuh dan lain-lain.

1. SEJARAH SINGKAT

Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.
READ MORE - Berternak Burung Puyuh

Chitika

 
 
 

Label

Label

Labels